Kamis, 14 Maret 2013
( Essay ) Musik di Kalangan Remaja
Remaja mana yg gak GALAU kalo udah ngedengerin lagu cinta? Hampir
100%, remaja kalo lagi jatuh cinta, pasti ngedengerin lagu cinta yg
tentang jatuh cinta. Kalo lagi patah hati, pasti ngedengerin lagu yg
tentang patah hati sampe nangis2 histeris dan nguk-ngukan. Apa kalian
tau, kalo kuping masyarakat Indonesia itu kuping melow? Denger lagu
cinta dikit aja, langsung demen. Udah gitu langsung dihayatinnn banget.
Kalo denger lagu yg keras dikit, langsung gak suka. Pasti langsung
bilang, “Lagu apaan sih ini? Gak jelas banget.” Kalo terus-terusan kaya
begini, remaja Indonesia hatinya jadi pada lembek semua kaya dodol.
Sekarang gw mau nanya, ada maknanya gak sih lagu cinta-cintaan yg kaya
begitu? GAK ADA! Lagu-lagu cinta yg sekarang tuh pembodohan semua.
Penyanyi dan pencipta lagunya tuh cuma mengejar karir dan ketenaran.
Makanya band Indonesia jarang ada yg GO INTERNASIONAL atau GO ASIA.
Paling yg bisa itu cuma penyanyi solo doang, kaya Ag*es M*n*ca dan
Ang*un. Apa kuping dan mata kalian gak risih kalo liat di TV, band-band
alay bermunculan dengan lagu-lagu cinta yg gak punya makna apa-apa?
Band sekarang tuh cepet terkenal, cepet juga lenyapnya. Kenapa itu bisa
terjadi? Mau tau? Karena mereka gak punya musik yg berkualitas. Jadi
lagunya cuma kaya angin, sejuk buat sebentar. Kenapa musik-musik punk,
metal, hardcore dan genre musik keras lainnya di Indonesia jarang ada yg
terkenal? Apa karena musik mereka yg terlalu keras jadi gak bisa masuk
di industri musik Indonesia? Ternyata emang bener kan, kuping masyarakat
indonesia itu kuping melow. Padahal di balik musik bergenre yg keras
itu memiliki makna yg bisa membuka mata, hati dan pikiran kita. Lirik
lagu mereka berisi tentang pesan-pesan moral, kritikan, pelanggaran HAM,
sosialisme dan kepeduliannya tentang negara ini. Jangan pernah
berpikir, lagu mereka gak jelas dan gak memiliki makna. Padahal lebih
baik lagu mereka dibanding dengan Band-Band alay yg baru pada
bermunculan di TV. Alasan mereka berada dalam industri indie label
adalah karena mereka gak mau di atur-atur oleh pasaran. Mereka bebas
berekspresi dengan gaya khas nya dan bebas menulis lirik lagu tanpa ada
yg harus di takuti. Sekarang kita ambil contoh sebuah band. Sebut saja
Ki*l*ng M* I*s*de. Remaja mana sih yg gak kenal band itu? Coba kalian
lihat mereka. Sebuah band yg sangat ternama saat masih berada di dalam
industri indie label dengan genre musik yg keras dan garang. Sekarang
band itu harus meninggalkan ciri khas scremo nya menjadi band lebay
semenjak masuk di dalam industri major label. Hampir semua remaja yg
dulu sangat menyukai bahkan memuja-muja band itu, sekarang malah
membenci dan sangat kecewa pada mereka. Jadi intinya, mau sampe kapan
kita sebagai remaja terhipnotis lagu cinta yg gak punya makna apa-apa?
Lagunya cuma bisa bikin GALAU, bikin mewek dan gak berkualitas. Bikin
lirik lagu tentang cinta mah gampang, kaya ngebalikin telapak tangan.
Kalo suasana hati kita lagi jatuh cinta, sedih dan GALAU, itu adalah
mood yg paling mudah untuk mengeluarkan unek-unek di hati kita bahkan
bisa jadi puisi atau sebuah lagu. Coba kalo bikin lagu yg berisi tentang
pesan moral, kritikan, nasionalisme atau apapun itu selain cinta. Apa
kita bisa? Kita jangan pernah memandang sebelah mata tentang genre musik
mereka yg keras. Kesimpulannya adalah kita sebagai remaja jangan punya
hati dan pemikiran yg lembek. Kita semua ini adalah penerus bangsa. Kalo
di antara kita ada yg memiliki cita-cita menjadi seorang pemimpin atau
bahkan sudah menjadi pemimpin suatu saat nanti, masa kita cuma punya
modal kata-kata yg puitis doang si dengan hati dan pemikiran yg lembek?
Tunjukkan kalo kita ini adalah remaja yg punya rasa nasionalisme,
solidarisme, dan gak individualisme. Kita basmi lagu-lagu yg bikin
GALAU. Kapan mau majunya kalo anak muda GALAU mulu kerjaannya (-,-“)
CHEERS...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar