Apa yang terpikir di benak kita jika mendengar kata 'Dewasa'? Apa 'dewasa' itu hanya untuk orang-orang yang memiliki usia lebih tua dari kita? Apa 'dewasa' itu hanya untuk orang-orang yang telah memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk)? Atau, apa 'dewasa itu hanya untuk orang-orang yang telah berumah tangga? Dulu ketika kita masih seorang anak kecil yang masih polos dan belum tahu apa yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dewasa, kita pasti memiliki sebuah pemikiran bahwa menjadi anak dewasa itu menyenangkan. Menyenangkan karena bisa main hingga larut malam, menyenangkan karena bisa main kesana kemari, menyenangkan karena bisa melakukan apapun yang di inginkannya, atau menyenangkan yang lainnya. Tapi ada beberapa hal yang kita lupakan dulu, yaitu:
1. Apa orang dewasa memiliki masalah?
2. Jika iya, apa ia bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya?
3. Jika bisa, apa yang ia lakukan sehingga masalahnya dapat diatasinya?
Wajar, jika seorang anak kecil belum memliki pemikiran yang panjang seperti beberapa pertanyaan di atas. Karena yang dulu kita tahu itu hanya minta uang, main, dan mengerjakan PR. Sekalinya punya masalah, kita hanya menganggapnya sepele. Karena yang terpikir dalam benak seorang anak kecil adalah jika punya masalah cukup tinggalkan dan lupakan tak perlu pusing memikirkan. Selagi masih memiliki kedua orang tua, kita masih memiliki tempat untuk berlindung dari masalah-masalah ada dan yang sedang terjadi.
Sekarang, kita telah menjadi orang dewasa. Telah mampu melakukan apapun yang dulu kita pikir bahwa menjadi orang dewasa itu sangat menyenangkan. Lalu, sekarang apa yang kita rasakan? Apa masih sama dengan pemikiran ketika kita kecil dulu? Atau sudah berubah karena telah mengetahui bagaimana menjadi orang dewasa? Mungkin beberapa orang memiliki beberapa persepsi dari apa yang dilihat dan dirasakannya. Tapi, apakah kita telah mengetahui, apa yang dimaksud dengan 'Dewasa'? Ternyata, beberapa orang dewasa ada yang belum tahu apa arti dari kata 'Dewasa'. Tapi, beberapa orang dewasa lainnya juga ada yang telah mengetahuinya. Timbul lagi pertanyaan disini;
1. Apa orang yang belum mengetahui arti dari kata 'Dewasa' tidak ingin mencari tahu maksudnya?
2. Apa yang sudah mengetahui arti dari kata 'Dewasa' sudah melakukan hal yang seharusnya dilakukannya?
Menurut persepsi saya tentang dewasa adalah; Dewasa adalah fase di mana seseorang telah melakukan sifat yang mudah namun sulit untuk dilakukan. Apa saja sifat itu? Sifat itu hanya ada dua, sabar dan ikhlas. Sifat sederhana namun penuh makna. Ketika kita telah melakukan sifat sabar dalam permasalah yang sedang kita hadapi, di belakangnya pasti tersimpan keikhlasan. Ingat, tidak semua orang memiliki sifat ini. Kenapa begitu? Karena jika semua telah memiliki dan menguasai sifat ini, takkan pernah ada permasalahan lagi dalam dunia ini.
Sebuah masalah adalah proses menuju kedewasaan, di mana seseorang dituntut untuk mengambil sebuah keputusan. Apapun yang telah atau yang akan kita putuskan sama-sama memiliki resiko. Tapi, jangan pernah takut untuk mengambil sebuah resiko karena kita takkan pernah tahu apa yang kita putuskan akan menghasilkan sesuatu yang baik atau buruk. Baik atau buruk sebuah keputusan adalah hasil akhir yang kadang tak mampu untuk kita prediksikan. Hidup ini adalah pilihan. Apapun yang kita pilih tak pernah salah. Karena hanya orang-orang yang telah merasa sempurna yang menganggap dirinya selalu benar. Kadang, kesalahan mengajarkan kita sebuah kebenaran.
Kesimpulannya adalah, dewasa itu pilihan, tua itu ketentuan. Tentukan pilihan kita dari sekarang, kapan kita ingin menjadi seseorang yang dewasa. Hargai setiap pemberian. Hormati segala kritikan. Maksimalkan segala
kekurangan. Minimalkan rasa kesombongan. Hidup ini adalah perjuangan. Hiduplah dalam kedamaian. Selamatkan jiwa kalian dari sifat-sifat 'setan' yang menyesatkan. CHEERS...