Apa kalian pernah berpikir atau bahkan sering kali memikirkan bahwa hidup ini terkadang aneh dan penuh teka-teki. Ketika kita mencoba untuk menilai orang lain, penilaian itu mungkin tidak akan sama dengan penilaian orang yg lainnya. Ketika kita mencoba utuk menilai diri kita sendiri, juga pasti akan berbeda hasilnya. Kenapa bisa seperti ini? Apa akan terus seperti ini atau mungkin akan tiba saatnya untuk berakhir?
:
Sebenarnya apa yang tidak kita ketahui dalam kehidupan ini adalah apa yang seharusnya kita cari. Semua rahasia di muka bumi ini memiliki jawaban layaknya sebuah puzzle. Jika kita ingin membuat puzzle itu menjadi sebuah gambar yang utuh, kita di tuntut untuk mecocokan gambar mana yang pas dengan posisi yang seharusnya. Ketika mencocokannya, otak kita juga dipaksa untuk berpikir dan bekerja sama dengan mata dan kedua tangan agar semua yang kita pikirkan bekerja dengan sempurna. Hidup juga seperti itu. Ketika kita coba melangkah untuk mengambil tindakan atau keputusan yang akan kita lakukan alangkah baiknya kita memikirkan terlebih dahulu apa sebab dan akibat yang akan terjadi jika kita mengambil tindakan atau keputusan yang telah kita pikirkan. Karena jika segala sesuatu yang akan kita lakukan berdasarkan asas memikirkan sebab akibat, maka hidup kita akan selamat. Seorang pemikir, bukan berarti orang yang penakut. Tapi seorang pemikir adalah seorang yang selalu berpegang teguh pada asas sebab akibat.
Kita sering kali melihat bagaimana keadaan disekeliling kita. Ada manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk lainnya. Tuhan menciptakan kita berbeda semata-mata agar kita menghargai dan menghormati segala perbedaan diantara kita. Hidup ini adalah kebebasan kita untuk memilih dengan cara apa kita melaluinya, walaupun takdir telah menentukan jadi apa kita nanti. Namun setidaknya, kita telah berusaha melakukan dan mencari tahu jawaban atas apa yang menjadi rahasia di muka bumi ini. Dengan cara berinteraksi baik dengan manusia, hewan, tumbuhan atau makhluk yang lainnya, atau dengan cara apapun yang mungkin diluar logika.
Contoh sederhana. Pernahkan kalian melihat seseorang yang terlihat pendiam? Pernahkah kalian melihat seseorang yang terlihat over protektif? Pada dasarnya mereka sama, sama-sama manusia. Namun kenapa dari contoh sederhana itu kita bisa melihat jelas sekali perbedaannya? Apa yang membuatnya bisa berbeda? Saya akan coba menjawab menurut kaca mata saya. Pertama, kita sering kali melihat orang dengan dua sifat berbeda seperti contoh diatas. Ada beberapa faktor yang membedakan perbedaan kedua sifat tersebut, misal faktor keluarga, teman, dan lingkungan. Ketiga faktor tersebut adalah faktor yang paling dominan dari perbedaan sifat. Karena faktor itu juga kita bisa mengetahui, seperti apa sesorang hidup dan dibesarkan. Ingatlah, bahwa dibalik seseorang yang terlihat diam ada jiwa yang tak akan diam jika hidupnya terancam. Ingatlah, bahwa dibalik seseorang yang terlihat over protektif ada jiwa yang lemah. Kenapa demikian? Seseorang diam bukan berarti mereka diam dengan pikiran yang kosong. ada dua kemungkinan. Pertama, jika mereka pikir apa yang sekiranya penting untuk kehidupannya, mereka akan sangat antusias untuk diam namun memperhatikan, mendengarkan dan bahkan menyimpan apa yang kelak akan dia pakai di masa depan. Kedua, jika mereka pikir apa yang sekiranya tidak penting untuk kehidupannya, ketahuiah bahwa mereka akan mengacuhkan bahkan tidak memperdulikan. Seseorang yang over protektif adalah orang yang berusaha menutupi kekurangannya, namun di balik usahanya tersebut secara tidak langsung ia memberitahu apa yang menjadi kelemahannya. Kenapa demikian? Pertama, orang yang memiliki sifat tersebut cenderung banyak bicara namun sedikit sekali melakukan sebuah tindakan. Kedua, jika melakukan sebuah tindakan, ia akan terus membicarakannya agar orang lain mengetahui apa yang dilakukannya.
Intinya adalah, sedikit bicara banyak berkarya. Otak yang harus bekerja lebih ekstra. Mulut diam dulu jangan banyak bicara. Serta sikap yang jangan terlalu banyak gaya. Hiduplah dalam kesederhanaan agar selalu mendapat kemuliaan. Biarkan mereka melihat apa yang kamu lakukan. Biarkan mereka mendengar apa yang kamu katakan. Biarkan mereka membaca apa yang kamu tuliskan. Namun jangan biarkan mereka mengetahui apa yang kamu rasakan. CHEERS...!