Sabtu, 22 Maret 2014

( Essay ) Teka-Teki Hidup

Apa kalian pernah berpikir atau bahkan sering kali memikirkan bahwa hidup ini terkadang aneh dan penuh teka-teki. Ketika kita mencoba untuk menilai orang lain, penilaian itu mungkin tidak akan sama dengan penilaian orang yg lainnya. Ketika kita mencoba utuk menilai diri kita sendiri, juga pasti akan berbeda hasilnya. Kenapa bisa seperti ini? Apa akan terus seperti ini atau mungkin akan tiba saatnya untuk berakhir?
:
Sebenarnya apa yang tidak kita ketahui dalam kehidupan ini adalah apa yang seharusnya kita cari. Semua rahasia di muka bumi ini memiliki jawaban layaknya sebuah puzzle. Jika kita ingin membuat puzzle itu menjadi sebuah gambar yang utuh, kita di tuntut untuk mecocokan gambar mana yang pas dengan posisi yang seharusnya. Ketika mencocokannya, otak kita juga dipaksa untuk berpikir dan bekerja sama dengan mata dan kedua tangan agar semua yang kita pikirkan bekerja dengan sempurna. Hidup juga seperti itu. Ketika kita coba melangkah untuk mengambil tindakan atau keputusan yang akan kita lakukan alangkah baiknya kita memikirkan terlebih dahulu apa sebab dan akibat yang akan terjadi jika kita mengambil tindakan atau keputusan yang telah kita pikirkan. Karena jika segala sesuatu yang akan kita lakukan berdasarkan asas memikirkan sebab akibat, maka hidup kita akan selamat. Seorang pemikir, bukan berarti orang yang penakut. Tapi seorang pemikir adalah seorang yang selalu berpegang teguh pada asas sebab akibat.

Kita sering kali melihat bagaimana keadaan disekeliling kita. Ada manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk lainnya. Tuhan menciptakan kita berbeda semata-mata agar kita menghargai dan menghormati segala perbedaan diantara kita. Hidup ini adalah kebebasan kita untuk memilih dengan cara apa kita melaluinya, walaupun takdir telah menentukan jadi apa kita nanti. Namun setidaknya, kita telah berusaha melakukan dan mencari tahu jawaban atas apa yang menjadi rahasia di muka bumi ini. Dengan cara berinteraksi baik dengan manusia, hewan, tumbuhan atau makhluk yang lainnya, atau dengan cara apapun yang mungkin diluar logika.

Contoh sederhana. Pernahkan kalian melihat seseorang yang terlihat pendiam? Pernahkah kalian melihat seseorang yang terlihat over protektif? Pada dasarnya mereka sama, sama-sama manusia. Namun kenapa dari contoh sederhana itu kita bisa melihat jelas sekali perbedaannya? Apa yang membuatnya bisa berbeda? Saya akan coba menjawab menurut kaca mata saya. Pertama, kita sering kali melihat orang dengan dua sifat berbeda seperti contoh diatas. Ada beberapa faktor yang membedakan perbedaan kedua sifat tersebut, misal faktor keluarga, teman, dan lingkungan. Ketiga faktor tersebut adalah faktor yang paling dominan dari perbedaan sifat. Karena faktor itu juga kita bisa mengetahui, seperti apa sesorang hidup dan dibesarkan. Ingatlah, bahwa dibalik seseorang yang terlihat diam ada jiwa yang tak akan diam jika hidupnya terancam. Ingatlah, bahwa dibalik seseorang yang terlihat over protektif ada jiwa yang lemah. Kenapa demikian? Seseorang diam bukan berarti mereka diam dengan pikiran yang kosong. ada dua kemungkinan. Pertama, jika mereka pikir apa yang sekiranya penting untuk kehidupannya, mereka akan sangat antusias untuk diam namun memperhatikan, mendengarkan dan bahkan menyimpan apa yang kelak akan dia pakai di masa depan. Kedua, jika mereka pikir apa yang sekiranya tidak penting untuk kehidupannya, ketahuiah bahwa mereka akan mengacuhkan bahkan tidak memperdulikan. Seseorang yang over protektif adalah orang yang berusaha menutupi kekurangannya, namun di balik usahanya tersebut secara tidak langsung ia memberitahu apa yang menjadi kelemahannya. Kenapa demikian? Pertama, orang yang memiliki sifat tersebut cenderung banyak bicara namun sedikit sekali melakukan sebuah tindakan. Kedua, jika melakukan sebuah tindakan, ia akan terus membicarakannya agar orang lain mengetahui apa yang dilakukannya.

Intinya adalah, sedikit bicara banyak berkarya. Otak yang harus bekerja lebih ekstra. Mulut diam dulu jangan banyak bicara. Serta sikap yang jangan terlalu banyak gaya. Hiduplah dalam kesederhanaan agar selalu mendapat kemuliaan. Biarkan mereka melihat apa yang kamu lakukan. Biarkan mereka mendengar apa yang kamu katakan. Biarkan mereka membaca apa yang kamu tuliskan. Namun jangan biarkan mereka mengetahui apa yang kamu rasakan. CHEERS...!

Sabtu, 21 Desember 2013

( ESSAY ) Proses Pendewasan

Apa yang terpikir di benak kita jika mendengar kata 'Dewasa'? Apa 'dewasa' itu hanya untuk orang-orang yang memiliki usia lebih tua dari kita? Apa 'dewasa' itu hanya untuk orang-orang yang telah memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk)? Atau, apa 'dewasa itu hanya untuk orang-orang yang telah berumah tangga? Dulu ketika kita masih seorang anak kecil yang masih polos dan belum tahu apa yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dewasa, kita pasti memiliki sebuah pemikiran bahwa menjadi anak dewasa itu menyenangkan. Menyenangkan karena bisa main hingga larut malam, menyenangkan karena bisa main kesana kemari, menyenangkan karena bisa melakukan apapun yang di inginkannya, atau menyenangkan yang lainnya. Tapi ada beberapa hal yang kita lupakan dulu, yaitu:

1. Apa orang dewasa memiliki masalah?
2. Jika iya, apa ia bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya?
3. Jika bisa, apa yang ia lakukan sehingga masalahnya dapat diatasinya?

Wajar, jika seorang anak kecil belum memliki pemikiran yang panjang seperti beberapa pertanyaan di atas. Karena yang dulu kita tahu itu hanya minta uang, main, dan mengerjakan PR. Sekalinya punya masalah, kita hanya menganggapnya sepele. Karena yang terpikir dalam benak seorang anak kecil adalah jika punya masalah cukup tinggalkan dan lupakan tak perlu pusing memikirkan. Selagi masih memiliki kedua orang tua, kita masih memiliki tempat untuk berlindung dari masalah-masalah ada dan yang sedang terjadi.

Sekarang, kita telah menjadi orang dewasa. Telah mampu melakukan apapun yang dulu kita pikir bahwa menjadi orang dewasa itu sangat menyenangkan. Lalu, sekarang apa yang kita rasakan? Apa masih sama dengan pemikiran ketika kita kecil dulu? Atau sudah berubah karena telah mengetahui bagaimana menjadi orang dewasa? Mungkin beberapa orang memiliki beberapa persepsi dari apa yang dilihat dan dirasakannya. Tapi, apakah kita telah mengetahui, apa yang dimaksud dengan 'Dewasa'? Ternyata, beberapa orang dewasa ada yang belum tahu apa arti dari kata 'Dewasa'. Tapi, beberapa orang dewasa lainnya juga ada yang telah mengetahuinya. Timbul lagi pertanyaan disini;

1. Apa orang yang belum mengetahui arti dari kata 'Dewasa' tidak ingin mencari tahu maksudnya?
2. Apa yang sudah mengetahui arti dari kata 'Dewasa' sudah melakukan hal yang seharusnya dilakukannya?

Menurut persepsi saya tentang dewasa adalah; Dewasa adalah fase di mana seseorang telah melakukan sifat yang mudah namun sulit untuk dilakukan. Apa saja sifat itu? Sifat itu hanya ada dua, sabar dan ikhlas. Sifat sederhana namun penuh makna. Ketika kita telah melakukan sifat sabar dalam permasalah yang sedang kita hadapi, di belakangnya pasti tersimpan keikhlasan. Ingat, tidak semua orang memiliki sifat ini. Kenapa begitu? Karena jika semua telah memiliki dan menguasai sifat ini, takkan pernah ada permasalahan lagi dalam dunia ini.

Sebuah masalah adalah proses menuju kedewasaan, di mana seseorang dituntut untuk mengambil sebuah keputusan. Apapun yang telah atau yang akan kita putuskan sama-sama memiliki resiko. Tapi, jangan pernah takut untuk mengambil sebuah resiko karena kita takkan pernah tahu apa yang kita putuskan akan menghasilkan sesuatu yang baik atau buruk. Baik atau buruk sebuah keputusan adalah hasil akhir yang kadang tak mampu untuk kita prediksikan. Hidup ini adalah pilihan. Apapun yang kita pilih tak pernah salah. Karena hanya orang-orang yang telah merasa sempurna yang menganggap dirinya selalu benar. Kadang, kesalahan mengajarkan kita sebuah kebenaran. 

Kesimpulannya adalah, dewasa itu pilihan, tua itu ketentuan. Tentukan pilihan kita dari sekarang, kapan kita ingin menjadi seseorang yang dewasa. Hargai setiap pemberian. Hormati segala kritikan. Maksimalkan segala kekurangan. Minimalkan rasa kesombongan. Hidup ini adalah perjuangan. Hiduplah dalam kedamaian. Selamatkan jiwa kalian dari sifat-sifat 'setan' yang menyesatkan. CHEERS...

Rabu, 05 Juni 2013

( Puisi ) Ibu

Ibu,
Wajah cantikmu perlahan memudar
Langkahmu pun semakin semakin gemetar
Inginku memelukmu erat
Menciummu dengan hangat
Perjuangan dan pengorbananmu melekat dan selalu teringat

Ibu,
Belai kasihmu tenangkan jiwa
Tulus cintamu teduhkan raga
Kupejamkan mataku di hadapanmu
Kurebahkan tubuhku di pangkuanmu
Kedamaian dan kesucianmu mengalir dan membasuh laraku

Kamis, 14 Maret 2013

( Essay ) Nyontek di Kalangan Pelajar

NYONTEK...! adalah sebuah kalimat singkat namun penuh makna. Keringet dingin bercucuran, pucat pasi terpancar di wajah, jantung cenat cenut dan kadang bikin nyengir-nyengir sendiri atau ketawa sekalipun. Itulah mungkin yg sering dirasakan oleh para pelajar Indonesia saat sedang nyontek. Sebenernya siapa sih pelopor nyontek itu? kenapa budaya yg satu ini mendarah daging banget buat para pelajar? Gak tua gak muda, semua pasti suka nyontek. Kalo aja si pelopor nyontek itu ketahuan siapa pelakunya, mungkin dia sudah mendapatkan rekor Muri atau bahkan rekor Guinnes World Record karena prestasi menconteknya sampai saat ini masih di jadikan kiblat oleh para pelajar.
               Sekarang kita bahas soal nyontek di kalangan pelajar. Pelajar mana yg gak pernah ngerasain yg namanya nyontek? Hampir 90% pelajar suka nyontek dan bahkan sampai ada yg di jadikan hobi. Nyontek gak cuma saat ada ulangan. Saat ngerjain tugas atau dapet PR dari sekolah juga kadang masih banyak yg suka nyontek. Tapi yg sangat kita gak habis pikir adalah,  kenapa di setiap kelas pasti ada satu atau dua orang yg pintar atau cerdas? Apa itu memang unsur kesengajaan dari para guru atau hanya kebetulan? Tapi jika memang itu unsur kesengajaan dari para guru, berarti para nyontekers (istilah untuk para pencontek) harus sangat berterima kasih banget atas kebaikan para guru yg sungguh sangat luar biasa itu.
               Segala sesuatu yg kita kerjakan pasti memiliki nilai positif dan negatif. Dan berikut ini bakal di jelasin dampak tersebut.

1.    Dampak positif dari nyontek, yaitu:
-          Membantu kita mengisi soal yg sulit, apa lagi saat ulangan.
-          Meringankan pikiran apabila kemampuan kita sudah mencapai batas, dan
-          Mendapatkan nilai bagus meskipun bukan hasil kerja sendiri.

2.   Dampak negatifnya, yaitu:
-          Membuat kita malas berpikir.
-          Kita menjadi ketergantungan oleh orang lain, dan
-          Sangat merugikan diri sendiri.

               Jadi, kesimpulannya adalah, menconteklah sebelum dicontek. Salah benernya sebuah jawaban ditanggung si pecontek. Selagi kita mampu buat ngerjain soal, usahakan jangan sampe nyontek. Karena nyontek dapat menyebabkan ketergantungan otak akan orang lain. Kesetiaan persahabatan dan pertemanan juga di uji saat proses contek mencontek berlangsung. Apa bakal dikasih tau atau malah di acuhkan. CHEERS...

( Essay ) Bolos di Kalangan Pelajar

BOLOS, adalah kalimat singkat namun banyak cerita di dalamnya. Bolos merupakan suatu kegiatan para pelajar nakal dan bahkan ada yg sangat menyukainya. Apa lagi kalo melakukan kegiatan ini di saat pelajaran atau guru yg sangat tidak di sukai. Sebenarnya, apa sih yg dilakukan para pelajar saat mereka bolos? Kenapa gak sedikit pelajar yg menyukai bolos?
                Banyak sekali alasan para pelajar jika kita bertanya, “Mengapa kamu bolos?”
  1. “gw males ama pelajaran hari ini.”
  2. “gw males ketemu sama bapak/ibu ini.”
  3. “gw kesiangan. Daripada kalo sekolah di omelin guru, mending gw bolos.”
  4. “gw nemenin temen gw yg bolos sendirian.”
  5. “baju seragam gw belom di cuci.”
  6. “gw gak punya duit buat ongkos.”
Dan masih banyak lagi alasan para pelajar yg selalu saja bersilat lidah saat di tanya tentang bolos.

Bolos itu sangat menyenangkan kalo kita bolos bareng temen-temen dan melakukan suatu kegiatan. Jadi, waktu kita untuk bolos itu gak terbuang sia-sia. Dan, yg harus di perhatikan saat bolos yaitu:
  1. Ada tempat.Secara umum, lokasi bolos sekolah itu terbagi menjadi dua, yaitu “Dekat sekolah” dan “Jauh dari sekolah.” Dekat sekolah, berarti tempat-tempat yg jaraknya harus kurang dari satu kilo meter dari sekolah. Asal jangan di depan sekolah, karena itu namanya bukan bolos tapi nyari penyakit. Sedangkan yg Jauh dari sekolah, berarti jauh banget dong jaraknya dari sekolah. Mau ke luar negeri kek atau keluar planet sekalipun itu gak ada masalah. Intinya adalah, semakin jauh tempat bolosnya, berarti semakin kecil kemungkinan untuk tertangkap basah.
  2. Budget. Aspek inilah yg sering menjadi masalah oleh para ‘Cabuters’. Budget juga terbagi menjadi dua, yaitu “High Budget” dan “Low Budget.” High Budget, biasanya untuk menengah keatas atau lebih gaulnya untuk para pelajar yg suka UNIKO (Usaha Nipu Kolot). Untuk kalangan ini, biasanya mereka pergi ke mall, cafe, restoran atau nonton bioskop. Sedangkan Low Budget, biasanya untuk kelas  menengah kebawah atau lebih kerennya untuk para pelajar yg udah bokek banget atau duit SPP udah di sunat habis sampe ke akar-akarnya. Untuk kalangan ini, biasanya mereka pergi ke warkop atau taman-taman gratis lah pilihan terakhir mereka.
  3. Cuaca. Adalah aspek terpenting yg sangat harus di perhatikan, karena cuaca lah yg bakal nentuin kemana akan bolos sekolah hari ini. Untuk aspek yg satu ini, gampang banget dan gak perlu mikir. Anak kecil yg masih ingusan juga udah paham banget. Yang pertama, kalo langit kelihatan ceria banget alias terang benderang, berarti tempat yg sangat mendukung untuk bolos adalah Venue Outdoor. Karena lebih banyak udara segar dan luas, memungkinkan untuk bisa tertawa sampai urat leher putus pun gak ada yg larang. Yang kedua, kalo langit keliatan cemberut atau gelap bin mendung, tempat Semi Outdoor lah yg harus di jadikan pilihan. Maksudnya, kalo tiba-tiba turun hujan, kan bisa langsung berteduh. Dan yang ketiga, kalo langit kelihatan sedih banget sampai meneteskan air hujan, otomatis pilihan satu-satunya dan yg paling tepat adalah Indoor. Kecuali, kalo emang mau bolos sekolah sambil ujan-ujanan.
Jadi, kesimpulannya adalah kita sebagai pelajar boleh bolos asal jangan keseringan atau jangan sampai di jadikan hobi. Karena itu akan sangat merugikan kita. Kerugian yg pertama adalah kita akan ketinggalan pelajaran, otomatis kalo ketinggalan pelajaran kita gak akan mampu mengerti pelajaran tersebut untuk kedepannya nanti. Yang kedua, absensi kita akan sangat buruk dan otomatis guru dan orang tua akan mempertanyakan absensi kita saat pengambilan rapot kelak. Dan yg terakhir, pengeluaran akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan pendapatan. Lain kali kalo mau bolos sekolah mending ke tempat-tempat yg belum pernah kita kunjungi saat bolos. Misalnya, ke museum nasional, museum geologi, rumah science atau perpustakaan umum. Jadi, sambil bolos kita masih bisa dapat ilmu. CHEERS...

( Essay ) Kesalahan di Kalangan Remaja


SALAH.. Kalo ngomongin soal kesalahan, mungkin udah banyak banget kesalahan yg pernah kita lakuin selama ini. Mulai dari berbohong, menyakiti atau melukai hati seseorang dan mengecewakannya. Tapi dari sekian banyak kesalahan itu, mungkin yg paling kita sering lakukan adalah kesalahan dalam berbohong. Pada awal mulanya, kebohongan itu di lakukan karena unsur keterpaksaan. Keterpaksaan demi menutupi sebuah keburukan yg telah dilakukan dengan tujuan agar tidak mengecewakan orang lain. Tapi, kebohongan akan terus berlanjut apabila tidak pernah terungkap kebenarannya. Tapi saat kebohongan terungkap, akan betapa malunya seseorang yg telah melakukannya. Pada akhirnya, kebohongan akan mengakibatkan tersakitinya, terlukanya dan kecewanya seseorang yg telah merasa tertipu oleh kebohongan. Kemudian, seseorang yg pernah tertipu, pasti akan melakukan kesalahan yg pernah di lakukan oleh orang yg telah menipunya, yaitu berbohong. Dan pada akhirnya, kebohongan itu akan menular bagaikan penyakit kepada setiap orang yg merasa dirinya pernah tertipu. Lalu orang yg pernah melakukan kebohongan, pasti akan merasakan bagaimana rasanya dibohongi. Dan disitulah hukum karma berlaku.

Ada dua kesalahan terbesar manusia yg sering sekali kita lihat di sekitar kita:
  • Kesalahan terbesar manusia yg pertama adalah, tidak berani mengakui kesalahan.
  • Kesalahan terbesar manusia yg kedua adalah, tidak berani mengambil keputusan.

Kita pernah ‘Dilukai’ dan pernah ‘Melukai’ tapi karena itu kita belajar tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan. Kita pernah ‘Membohongi’ dan pernah ‘Dibohongi’ tapi dari situlah kita belajar tentang ‘Kejujuran’. Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak akan pernah belajar arti dari ‘Meminta Maaf’ dan ‘Memberi Maaf’. Setiap waktu yg telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yg masih tetap bisa kita lakukan, yaitu ‘Belajar’ dari masa lalu untuk hari esok yg lebih baik. Hidup adalah proses. Hidup adalah belajar. Tanpa ada batas umur dan tanpa ada kata tua. ‘Jatuh’ berdiri lagi, ‘Kalah’ mencoba lagi, dan ‘Gagal’ bangkit lagi.

Kesimpulannya adalah, manusia tempatnya salah dan lupa. Tak ada manusia yg sempurna dalam hidup ini. Maafkanlah mereka yg telah melakukan kesalahan pada diri kita. Jangan pernah membalas suatu keburukan orang lain. Hidup ini sangatlah adil dan bijaksana. Siapa yg melakukan kebaikan pasti akan mendapatkan balasan yg baik. Dan siapa yg melakukan keburukan pasti akan mendapatkan balasan yg buruk pula. Belajarlah kejujuran sejak dini dan jadikanlah kejujuran suatu kebiasaan dalam menjalani kehidupan kita. Buatlah bangga orang-orang di sekitar kita dengan kejujuran yg kita miliki. Karena betapa sulitnya mencari orang yg jujur dan dapat di percaya. Ingat, terjadinya kesalahan yg besar itu dimulai dari kesalahan yg paling kecil. CHEERS..

( Essay ) Masalah di Kalangan Remaja

MASALAH... Mungkin kalimat itu udah sering banget nyarang di telinga kita. Sebenernya darimana sih masalah itu munculnya? Kenapa masalah tuh gak pernah ada yg bikin untung? Yang kita tahu, masalah tuh selalu bawa bencana dalam hidup kita. Semua dirugikan jika berurusan sama yg namanya masalah. Tapi, sebenernya masalah juga ada untungnya loh. Contohnya:

1. Membuat kita berpikir dewasa.
2. Membuat kita kuat secara batin, dan
3. Kita mampu mengambil keputusan dengan jalan yg terbaik.

Kita sebagai remaja pasti gak mau deket-deket sama yg namanya masalah. Karena sekalinya kena masalah, otak kita bisa pusing 7 keliling. Makan gak napsu, belajar gak konsen dan setiap mau tidur pasti kepikiran. Sekarang kita liat, apa yg bakal dilakuin cowo dan cewe saat kena masalah.

1. Cowo yg gak punya otak kalo kena masalah dan gak mampu nyelesainnya, pasti langsung beralih ke minuman keras dan berharap mampu melupakan masalahnya. Cowo yg seperti itu memang mampu melupakan masalahnya, tapi hanya dalam kurun waktu yg singkat. Kemudian saat dia kembali sadar dan normal, masalahnya pun kembali lagi teringat dan kembali lagi deh pusing 7 kelilingnya. Tapi, kalo cowo yg punya otak, kalo kena masalah dan gak mampu nyelesainnya, pasti bakal langsung beribadah dan berdoa kepada Tuhannya. Mencurahkan isi hatinya dan memikirkan penyebab masalah tersebut. Kemudian saat ia telah menemukan jawaban atas penyebab masalahnya tersebut, dia gak bakal lagi mengulangi kesalahannya itu dan mungkin mengingat peribahasa, “Hanya keledai yg jatuh di lubang yg sama.”

2. Cewe kalo kena masalah dan gak mampu nyelesainnya, dia udah pasti bakal nangis. Kalo cewe yg gak punya otak, saat dia depresi dan frustasi, dia bisa nekat untuk bunuh diri. Kadang dia berpikir bahwa bunuh diri adalah jalan keluar terbaik, padahal itu SALAH besar. Atau mungkin dia akan melakukan hal negatif diluar kontrolnya. Misalnya, memaki-maki orang yg gak tau apa-apa atau hal negatif lainnya yg cukup parah. Tapi, kalo cewe yg punya otak, dia udah pasti ngelakuin apa yg cowo punya otak lakuin.

Kalo hidup kita gak pernah di datangi masalah, kita gak akan pernah bisa untuk berpikir dewasa. Bahkan, biasanya masalah itu datang dari diri kita sendiri loh. Kalo hidup kita gak mau di datangi masalah, maka kita harus selalu berpikiran positif kepada setiap orang. Mau itu keluarga, teman, sahabat atau bahkan pacar. Jika kita di datangi masalah, cobalah selesaikan dengan pola pikir kita yg sudah matang ini. Jangan pernah menceritakan masalah kita kepada orang lain kalo kita gak terlalu yakin dan percaya sama orang tersebut. Karena kalo kita menceritakan sebuah permasalahan kepada orang yg salah, maka orang tersebut bukannya membantu menyelesaikan masalah, tapi malah menambah masalah. Kesimpulannya adalah, manusia yg cerdas sudah pasti mampu mengatasi masalah dengan perkataan dan tindakannya, bukan mengeluh dan menyalahkan keadaan. Jangan sampai kita di kendalikan oleh amarah dan emosi. Tenangkan pikiran sebelum kita mengambil tindakan dan keputusan saat terjadi masalah dalam hidup kita. Karena jika amarah dan emosi masih menyelimuti hati kita, kita gak akan pernah mampu menyelesaikan masalah dengan cara terbaik. CHEERS..